banner 728x90

Taktik Canggih Hamas

taktik canggih Hamas
taktik canggih Hamas
banner 468x60

Taktik Canggih Hamas Lawan Israel di Gaza: Apa Saja dan Bagaimana Efektivitasnya?

Perang antara Israel dan Hamas di Gaza telah berlangsung selama beberapa minggu, menimbulkan banyak korban jiwa dan kerusakan. Namun, di balik konflik yang tampak tidak berujung ini, ada beberapa taktik canggih yang digunakan oleh Hamas untuk melawan Israel. Taktik-taktik ini menunjukkan bahwa Hamas tidak hanya sekadar kelompok militan yang mengandalkan roket dan terowongan, tetapi juga memiliki kemampuan dan strategi yang lebih maju.

Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja taktik canggih yang digunakan oleh Hamas, bagaimana cara kerjanya, dan seberapa efektifnya dalam menghadapi Israel. Kita juga akan melihat dampak dan implikasi dari taktik-taktik ini bagi masa depan konflik di Gaza.

banner 325x300

Taktik Canggih Hamas, Penggunaan Senjata yang Lebih Maju

Salah satu taktik canggih yang digunakan oleh Hamas adalah penggunaan senjata yang lebih maju daripada yang biasanya. Menurut laporan media, Hamas telah menggunakan senjata seperti drone peledak, anti tank, dan eksplosif penetrator (EFP) yang mampu menembus lapis baja kendaraan Israel.

Drone peledak adalah pesawat tanpa awak yang dilengkapi dengan bahan peledak dan dikendalikan dari jarak jauh. Hamas dikabarkan telah menggunakan drone peledak untuk menyerang posisi-posisi militer Israel dan bahkan mencoba menembus sistem pertahanan udara Iron Dome. Drone peledak ini memiliki keunggulan karena bisa menghindari radar dan mengecoh musuh.

Anti tank adalah senjata yang dirancang untuk menghancurkan kendaraan lapis baja, seperti tank dan mobil lapis baja. Hamas telah menggunakan anti tank untuk menyerang kendaraan-kendaraan Israel yang masuk ke Gaza, termasuk tank Merkava yang dianggap sebagai salah satu tank terbaik di dunia. Anti tank ini bisa berupa rudal, roket, atau granat yang diluncurkan dari bahu atau tripod.

EFP adalah senjata yang menggunakan ledakan untuk membentuk sebuah pelat logam menjadi proyektil yang bisa menembus lapis baja. Hamas telah menggunakan EFP untuk menyerang kendaraan-kendaraan Israel yang melintas di dekat pagar perbatasan Gaza. EFP ini bisa disembunyikan di dalam benda-benda seperti tong sampah atau tumpukan batu, dan diaktifkan dengan pemicu jarak jauh.

Pertahanan yang Disengaja

Taktik canggih lain yang digunakan oleh Hamas adalah pertahanan yang disengaja. Ini berarti bahwa Hamas dan milisi Palestina lainnya beralih dari taktik menghindari pertempuran menjadi taktik mempertahankan wilayah Gaza selatan dengan lebih keras. Alasan di balik taktik ini adalah karena di sana terdapat gudang amunisi dan dukungan masyarakat yang kuat.

Hamas dan milisi Palestina lainnya telah membangun sistem pertahanan yang rumit di wilayah Gaza selatan, yang meliputi terowongan, bunker, ranjau, jebakan, dan sniper. Mereka juga telah menempatkan senjata-senjata berat, seperti mortir, roket, dan rudal, di dekat perbatasan atau di dalam pemukiman penduduk. Tujuannya adalah untuk menghambat kemajuan pasukan darat Israel dan menimbulkan kerugian besar bagi mereka.

Taktik ini juga didasarkan pada kalkulasi politik dan psikologis. Hamas berharap bahwa dengan mempertahankan wilayah Gaza selatan, mereka bisa menunjukkan kepada dunia bahwa mereka adalah pejuang yang berani dan pantang menyerah. Mereka juga berharap bahwa dengan menimbulkan korban sipil yang banyak, mereka bisa menurunkan citra Israel di mata dunia dan meningkatkan tekanan internasional untuk menghentikan agresi.

Perpanjangan Waktu

Taktik canggih terakhir yang digunakan oleh Hamas adalah perpanjangan waktu. Ini berarti bahwa Hamas mengambil keuntungan dari waktu, karena semakin lama perang berlangsung, semakin banyak korban sipil yang jatuh, dan ini menurunkan citra Israel di mata dunia. Hamas juga tidak perlu meraih kemenangan besar, tetapi cukup bertahan hidup.

Hamas telah menggunakan waktu sebagai senjata dengan cara memanfaatkan ketidakpastian dan ketegangan yang ada. Mereka telah melakukan serangan-serangan sporadis dengan roket dan drone, yang membuat Israel sulit untuk mengantisipasi dan menanggapi. Mereka juga telah menolak tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh negara-negara lain, seperti Mesir dan Qatar, dengan alasan bahwa mereka belum mendapatkan jaminan yang memuaskan.

Taktik ini juga bertujuan untuk menguras sumber daya dan moral Israel. Hamas berharap bahwa dengan memperpanjang perang, mereka bisa membuat Israel kehabisan amunisi, bahan bakar, dan uang. Mereka juga berharap bahwa dengan memperpanjang perang, mereka bisa membuat rakyat Israel merasa lelah, takut, dan frustrasi. Mereka juga berharap bahwa dengan memperpanjang perang, mereka bisa memecah belah koalisi politik yang rapuh di Israel.

Kesimpulan

Taktik canggih yang digunakan oleh Hamas untuk melawan Israel di Gaza menunjukkan bahwa Hamas tidak hanya sekadar kelompok militan yang mengandalkan roket dan terowongan, tetapi juga memiliki kemampuan dan strategi yang lebih maju. Taktik-taktik ini meliputi penggunaan senjata yang lebih maju, pertahanan yang disengaja, dan perpanjangan waktu.

Taktik-taktik ini memiliki efektivitas yang bervariasi dalam menghadapi Israel. Di satu sisi, taktik-taktik ini berhasil menimbulkan kerusakan dan korban bagi Israel, serta meningkatkan popularitas dan legitimasi Hamas di mata dunia. Di sisi lain, taktik-taktik ini juga menimbulkan risiko dan konsekuensi bagi Hamas, seperti isolasi, sanksi, dan kritik.

Dampak dan implikasi dari taktik-taktik ini bagi masa depan konflik di Gaza juga sulit diprediksi. Di satu sisi, taktik-taktik ini bisa mendorong dialog dan negosiasi antara Israel dan Hamas, serta antara Hamas dan Otoritas Palestina. Di sisi lain, taktik-taktik ini juga bisa memperburuk eskalasi dan polarisasi antara Israel dan Hamas, serta antara Hamas dan Otoritas Palestina.

banner 325x300
banner 728x90