banner 728x90
Berita  

Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK

Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK
Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK
banner 468x60

Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK, Siapa Saja Mereka?

Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK yang baru kepada DPR RI. Dua nama tersebut akan dipilih dari 10 calon yang sebelumnya tidak terpilih. Siapa saja mereka dan bagaimana proses pemilihannya?

Firli Bahuri Diberhentikan sebagai Ketua KPK

Firli Bahuri resmi diberhentikan sebagai Ketua KPK melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 129/P Tahun 2023 yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 28 Desember 2023. Pemberhentian ini didasarkan pada tiga hal, yaitu surat pengunduran diri Firli Bahuri yang diterima pada 22 Desember 2023, putusan Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang menjatuhkan sanksi berat berupa pengunduran diri kepada Firli Bahuri karena melanggar etik, dan ketentuan UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK sebagaimana telah diubah beberapa kali.

banner 325x300

Firli Bahuri diduga melanggar etik karena bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo yang diduga tengah berperkara di KPK, tidak jujur dalam mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dan memiliki gaya hidup mewah dengan menyewa rumah di kawasan elite Jakarta Selatan. Firli Bahuri juga terlibat dalam kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK, Dua Nama Calon Pimpinan KPK yang Akan Diajukan ke DPR RI

Dengan pemberhentian Firli Bahuri, posisi pimpinan KPK menjadi empat orang, yaitu Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, dan Lili Pintauli Siregar. Untuk mengisi kekosongan pimpinan KPK, Presiden Jokowi akan mengusulkan dua nama dari 10 calon pimpinan KPK yang sebelumnya tidak terpilih oleh DPR RI. Dua nama tersebut kemudian akan diseleksi oleh DPR RI untuk memilih satu orang yang akan menjadi pimpinan KPK pengganti Firli Bahuri.

Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, ada empat calon pimpinan KPK yang masih tersisa dari 10 calon yang tidak terpilih, yaitu Sigit Danang Joyo, Luthfi Jayadi Kurniawan, I Nyoman Wara, dan Roby Arya B. Dua di antara mereka akan dipilih oleh Presiden Jokowi untuk diajukan ke DPR RI.

Sigit Danang Joyo adalah seorang jaksa yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur. Ia juga pernah menangani kasus korupsi e-KTP dan Bank Century. Luthfi Jayadi Kurniawan adalah seorang hakim yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia juga pernah menangani kasus korupsi suap hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar. I Nyoman Wara adalah seorang polisi yang pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Ia juga pernah menangani kasus korupsi suap impor daging sapi dan suap pengadaan helikopter AgustaWestland. Roby Arya B adalah seorang akademisi yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Proses Pemilihan Ketua KPK Definitif

Presiden Usulkan dua Orang Jadi Pimpinan KPK, Setelah pimpinan KPK lengkap menjadi lima orang, DPR RI akan memilih satu di antara mereka untuk menjadi Ketua KPK definitif. Proses pemilihan Ketua KPK definitif ini akan mengikuti ketentuan UU KPK dan mekanisme internal DPR RI.

Menurut UU KPK, Ketua KPK harus dipilih dari anggota pimpinan KPK yang berasal dari unsur penegak hukum. Dengan demikian, Nurul Ghufron, Nawawi Pomolango, Alexander Marwata, dan calon pimpinan KPK yang baru terpilih dari unsur penegak hukum berpeluang menjadi Ketua KPK. Lili Pintauli Siregar yang berasal dari unsur masyarakat sipil tidak memenuhi syarat untuk menjadi Ketua KPK.

Menurut mekanisme internal DPR RI, pemilihan Ketua KPK definitif akan dilakukan oleh Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan. Komisi III DPR RI akan menggelar rapat kerja dengan pimpinan KPK untuk mendengarkan visi dan misi masing-masing calon Ketua KPK. Setelah itu, Komisi III DPR RI akan melakukan voting untuk menentukan Ketua KPK definitif.

Kesimpulan

Pengisian pimpinan KPK yang kosong ini diharapkan dapat memperkuat lembaga antirasuah dalam menjalankan tugas dan fungsi pemberantasan korupsi. KPK juga diharapkan dapat menjaga integritas dan kredibilitasnya di mata publik, serta bekerja sama dengan lembaga lain dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dan berintegritas.

banner 325x300
banner 728x90