banner 728x90

Penarikan Pasukan Israel dari Gaza

Penarikan Pasukan Israel dari Gaza
Penarikan Pasukan Israel dari Gaza
banner 468x60

Penarikan Pasukan Israel dari Gaza: Apa yang Terjadi dan Apa Dampaknya?

Penarikan Pasukan Israel dari Gaza, Israel telah mengumumkan bahwa mereka akan menarik ribuan pasukannya dari Jalur Gaza yang terkepung. Langkah ini merupakan penarikan pasukan yang signifikan sejak perang meletus di sana pada bulan Oktober 2023. Namun, apakah ini berarti perang akan berakhir? Apa yang terjadi di lapangan dan apa dampaknya bagi kedua belah pihak?

banner 325x300

Latar Belakang Perang Israel-Gaza

Perang antara Israel dan Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Jalur Gaza, telah berlangsung selama beberapa dekade. Konflik ini bermula dari sengketa atas tanah dan hak-hak bangsa Palestina yang terusir dari wilayah yang kini menjadi Israel.

Pada tahun 2005, Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari Jalur Gaza, sebuah wilayah sempit yang dihuni oleh sekitar dua juta orang, sebagian besar pengungsi Palestina. Namun, Israel tetap mengontrol perbatasan, ruang udara, dan perairan Gaza, sehingga membatasi akses dan gerak penduduk Gaza.

Pada tahun 2006, Hamas memenangkan pemilihan umum di Palestina dan mengambil alih pemerintahan Jalur Gaza setelah mengalahkan Fatah, faksi Palestina yang lebih moderat. Israel dan negara-negara Barat menganggap Hamas sebagai organisasi teroris dan menolak berurusan dengan mereka.

Sejak itu, Israel dan Hamas telah terlibat dalam beberapa perang dan bentrokan bersenjata, yang terakhir adalah pada bulan Oktober 2023. Perang ini dipicu oleh serangan roket Hamas ke Israel selatan sebagai balasan atas pembunuhan seorang komandan Hamas oleh Israel. Israel pun melancarkan serangan udara dan darat ke Jalur Gaza untuk menghancurkan infrastruktur dan kemampuan militer Hamas.

Penjelasan Penarikan Pasukan Israel

Pada hari Senin, 3 Januari 2024, militer Israel mengatakan bahwa mereka telah menarik lima brigade, atau beberapa ribu tentara, dari Jalur Gaza untuk melakukan latihan dan beristirahat. Juru bicara militer Israel Daniel Hagari tidak menjelaskan apakah keputusan itu menandakan perubahan fase perang dalam pengarahan pada hari Minggu yang pertama kali mengabarkan penarikan pasukan.

“Tujuan perang membutuhkan pertempuran yang berlangsung lama, dan kami siap untuk itu,” katanya.

Shlomo Brom, seorang pensiunan jenderal brigadir yang sebelumnya bertugas sebagai kepala perencanaan strategis di militer Israel, mengatakan bahwa pergantian pasukan mungkin disebabkan oleh tekanan AS dan bisa menjadi indikasi perubahan cara Israel berperang.

“Perang tidak akan berakhir,” kata Brom, dikutip oleh Al Jazeera. “Ini adalah permulaan dari cara operasi yang berbeda”.

Para pejabat Israel mengatakan bahwa mereka akan melakukan perang dalam tiga tahap utama. Tahap pertama adalah pengeboman intensif untuk membersihkan jalur masuk bagi pasukan darat dan mendorong warga sipil untuk mengungsi. Tahap kedua adalah invasi ke Jalur Gaza yang dimulai pada 27 Oktober 2023.

Dengan tank dan pasukan yang kini telah menguasai sebagian besar wilayah Jalur Gaza, dan sebagian besar telah menguasai Jalur Gaza meskipun pejuang Palestina terus melakukan serangan dari terowongan dan bunker tersembunyi, militer Israel kini beralih ke tahap ketiga, kata seorang pejabat Israel, yang tidak mau disebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini.

Tahap ketiga ini melibatkan penarikan sebagian pasukan dan penggantian mereka dengan pasukan cadangan yang lebih segar dan lebih siap. Selain itu, Israel juga akan mengurangi intensitas serangan udara dan darat, dan lebih fokus pada operasi-operasi khusus dan intelijen untuk menargetkan pemimpin dan anggota Hamas.

Analisis Dampak Penarikan Pasukan Israel

Penarikan pasukan Israel dari Gaza dapat memiliki dampak yang berbeda bagi kedua belah pihak. Berikut adalah beberapa kemungkinan dampak yang dapat terjadi:

  • Bagi Israel, penarikan pasukan dapat menjadi langkah untuk mengurangi tekanan internasional dan kritik atas korban sipil yang terus bertambah di Gaza. Menurut kantor berita Palestina Ma’an, sejak awal perang, lebih dari 2.000 orang Palestina, sebagian besar warga sipil, telah tewas akibat serangan Israel. Sementara itu, menurut militer Israel, 67 tentara dan enam warga sipil Israel telah tewas akibat serangan roket dan tembakan Hamas.

Penarikan pasukan juga dapat menjadi cara untuk menghemat biaya perang yang tinggi dan mengurangi risiko kehilangan lebih banyak tentara. Menurut laporan media Israel, biaya perang Israel-Gaza mencapai sekitar 60 juta dolar AS per hari. Selain itu, Israel juga menghadapi ancaman dari terowongan bawah tanah yang digali oleh Hamas untuk menyusup dan menyerang Israel dari belakang.

Namun, penarikan pasukan juga dapat menimbulkan tantangan bagi Israel. Salah satunya adalah bagaimana menjaga keamanan dan stabilitas di Jalur Gaza tanpa kehadiran pasukan darat yang besar. Israel mungkin harus mengandalkan lebih banyak serangan udara dan operasi khusus, yang dapat meningkatkan risiko kesalahan dan korban sipil. Selain itu, Israel juga harus menghadapi kemungkinan bahwa Hamas akan memanfaatkan penarikan pasukan untuk memulihkan kekuatan dan persenjataannya, dan melanjutkan serangan roket ke Israel.

  • Bagi Hamas, penarikan pasukan Israel dapat menjadi kesempatan untuk bernapas lega dan mengurangi tekanan militer yang besar. Hamas dapat menggunakan waktu ini untuk mengatur kembali barisan dan strateginya, serta memperbaiki infrastruktur dan layanan yang rusak akibat serangan Israel. Hamas juga dapat berusaha untuk meningkatkan dukungan dan simpati dari masyarakat internasional dan regional atas penderitaan rakyat Gaza.

Namun, penarikan pasukan Israel juga dapat menimbulkan masalah bagi Hamas. Salah satunya adalah bagaimana menghadapi tuntutan dan harapan rakyat Gaza yang telah mengorbankan banyak nyawa dan harta benda untuk perjuangan Hamas. Hamas mungkin harus menunjukkan hasil nyata dari perang ini, seperti penghentian blokade Israel, pembukaan perbatasan, dan pembebasan tahanan Palestina. Jika tidak, Hamas mungkin akan kehilangan legitimasi dan popularitasnya di mata rakyat Gaza.

Selain itu, Hamas juga harus menghadapi tantangan dari kelompok-kelompok militan lain di Jalur Gaza, seperti Jihad Islam dan Brigade Martir Al-Aqsa, yang mungkin tidak puas dengan penarikan pasukan Israel dan ingin melanjutkan perang. Hamas mungkin harus mengendalikan dan menegosiasikan dengan kelompok-kelompok ini, yang dapat mengancam kesatuan dan stabilitas internal Hamas.

Kesimpulan

Penarikan pasukan Israel dari Gaza adalah langkah yang signifikan dalam perang Israel-Gaza yang telah berlangsung selama tiga bulan. Namun, langkah ini tidak berarti perang akan berakhir. Penarikan pasukan dapat memiliki dampak yang berbeda bagi kedua belah pihak, baik positif maupun negatif. Perang ini masih tergantung pada kemauan dan kemampuan kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan damai yang adil dan berkelanjutan.

Sumber

banner 325x300
banner 728x90