banner 728x90

Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa

Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa
Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa
banner 468x60

Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa Dilumpuhkan, Ada Kaitannya dengan Intimidasi Saat Pentas Teater di TIM?

Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa tiba-tiba dilumpuhkan pada Sabtu (9/12/2023). Hal ini diduga berkaitan dengan intimidasi yang dialami oleh seniman dan penulis naskah teater Agus Noor saat menggelar pertunjukan bermuatan satir politik di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada Jumat (1/12/2023) lalu4. Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana tanggapan dari berbagai pihak? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

banner 325x300

Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa, Latar Belakang Kasus

Pada Jumat (1/12/2023), Butet Kartaredjasa dan Agus Noor menggelar pertunjukan teater berjudul “Ketoprak Humor: Pemilu 2024” di TIM. Pertunjukan ini merupakan bagian dari acara “Festival Teater Jakarta 2023” yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Pertunjukan ini mengambil tema tentang pemilihan presiden (pilpres) 2024 yang akan datang dan menyindir berbagai calon yang muncul di panggung politik. Pertunjukan ini juga menyoroti isu-isu sosial, ekonomi, dan budaya yang terjadi di Indonesia saat ini.

Namun, sebelum pertunjukan dimulai, beberapa orang yang mengaku sebagai anggota Front Pembela Islam (FPI) datang ke lokasi dan menuntut agar pertunjukan dibatalkan. Mereka menganggap bahwa pertunjukan ini menghina agama, negara, dan tokoh-tokoh nasional. Mereka juga mengancam akan melakukan aksi kekerasan jika pertunjukan tetap berlangsung. Meskipun demikian, Butet Kartaredjasa dan Agus Noor bersikeras untuk tetap melanjutkan pertunjukan dengan mengatakan bahwa mereka hanya ingin menyampaikan kritik sosial melalui seni dan humor.

Pertunjukan pun berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari penonton yang hadir. Namun, setelah pertunjukan selesai, Butet Kartaredjasa dan Agus Noor mendapat banyak ancaman dan hujatan dari berbagai pihak melalui media sosial dan pesan WhatsApp. Bahkan, nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa tiba-tiba dilumpuhkan tanpa alasan yang jelas pada Sabtu (9/12/2023). Butet Kartaredjasa mengaku tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas hal ini dan menganggap bahwa ini adalah bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi.

Tanggapan dari Berbagai Pihak

Kasus ini pun menimbulkan berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • DKJ mengutuk keras tindakan intimidasi yang dialami oleh Butet Kartaredjasa dan Agus Noor. DKJ juga menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya yang kritis dan kreatif di Jakarta. DKJ juga meminta kepada pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan perlindungan kepada para seniman yang terlibat.
  • FPI membantah bahwa mereka terlibat dalam kasus ini. FPI mengklaim bahwa mereka hanya datang ke lokasi untuk menyampaikan aspirasi mereka secara damai dan sopan. FPI juga menuduh bahwa pertunjukan ini adalah bagian dari upaya untuk menggoyang stabilitas politik dan keamanan nasional menjelang pilpres 2024. FPI juga menyerukan kepada umat Islam untuk tidak menonton pertunjukan ini dan menghormati nilai-nilai agama dan nasionalisme.
  • Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, khususnya hak kebebasan berekspresi dan hak kesenian. Komnas HAM juga mendesak kepada pemerintah untuk menjamin kebebasan berekspresi dan kesenian di Indonesia dan menindak tegas pelaku intimidasi. Komnas HAM juga mengapresiasi karya seni yang mengangkat isu-isu penting yang berkaitan dengan demokrasi dan hak asasi manusia.
  • Masyarakat sipil memberikan dukungan moral dan materi kepada Butet Kartaredjasa dan Agus Noor. Mereka juga mengajak masyarakat untuk menonton pertunjukan ini dan mengapresiasi karya seni yang berani dan cerdas. Mereka juga mengecam tindakan intimidasi yang mengancam kebebasan berekspresi dan kesenian di Indonesia. Mereka juga menuntut agar pemerintah bertanggung jawab atas kasus ini dan melindungi para seniman dari ancaman dan kekerasan.

Kesimpulan

Kasus nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa yang dilumpuhkan merupakan salah satu contoh dari tantangan yang dihadapi oleh para seniman di Indonesia yang ingin menyampaikan kritik sosial melalui karya seni. Kasus ini juga menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi dan kesenian di Indonesia masih rentan terhadap intimidasi dan ancaman dari berbagai pihak yang tidak menyukai karya seni yang kritis dan satir. Oleh karena itu, perlu ada upaya bersama dari pemerintah, masyarakat sipil, dan media untuk menjaga dan memperjuangkan kebebasan berekspresi dan kesenian di Indonesia sebagai salah satu pilar demokrasi dan hak asasi manusia.

Gambar pertunjukan teater Ketoprak Humor: Pemilu 2024. Sumber: tvOnenews.com

Daftar kata kunci yang relevan beserta keyword turunan:

  • Nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa, nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa dilumpuhkan, nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa diblokir, nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa dihapus, nomor WhatsApp Butet Kartaredjasa mati
  • Intimidasi saat pentas teater di TIM, intimidasi teater di TIM, intimidasi teater Jakarta, intimidasi teater Agus Noor, intimidasi teater Butet Kartaredjasa
  • Ketoprak Humor: Pemilu 2024, ketoprak humor pemilu, ketoprak humor pilpres, ketoprak humor politik, ketoprak humor Agus Noor
  • Kebebasan berekspresi dan kesenian, kebebasan berekspresi seniman, kebebasan berekspresi Indonesia, kebebasan kesenian Indonesia, kebebasan kesenian seniman.
banner 325x300
banner 728x90