banner 728x90

Mahfud MD mundur

Mahfud MD mundur
Mahfud MD mundur
banner 468x60

Mahfud MD Siap Mundur dari Kabinet Jokowi, Ini Alasan dan Waktunya

Mahfud MD mengaku akan segera mundur dari posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) di kabinet Jokowi. Namun, ia tidak akan melakukannya secara mendadak, melainkan menunggu waktu yang tepat agar tidak menimbulkan konflik di koalisi pemerintah. Apa alasan dan kapan waktunya Mahfud MD mundur dari kabinet Jokowi? Simak ulasan berikut ini.

Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

Salah satu alasan utama Mahfud MD siap mundur dari kabinet Jokowi adalah karena ia telah ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 mendampingi Ganjar Pranowo dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. Mahfud MD mengungkapkan hal ini saat menjawab pertanyaan warga Semarang yang penasaran dengan statusnya sebagai Menkopolhukam setelah ia menjadi cawapres Ganjar Pranowo.

banner 325x300

Mahfud MD mengatakan bahwa ia bersyukur atas kepercayaan Presiden Jokowi yang telah menunjuknya sebagai Menkopolhukam sejak 4,5 tahun lalu. Ia juga mengapresiasi kinerja Jokowi yang ia anggap pro rakyat. Mahfud MD menegaskan bahwa ia tetap menjalankan tugasnya sebagai Menkopolhukam dengan baik dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye. Ia juga meminta agar pejabat daerah tidak menjemput atau mendampinginya saat ia berkunjung ke daerah-daerah. Ia hanya meminta pengamanan dari Polri.

Mahfud MD juga mengatakan bahwa ia mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres karena yakin bahwa mantan Gubernur Jawa Tengah itu adalah pemimpin yang berkualitas. Ia berharap agar koalisi pemerintah tetap solid dan tidak terpecah karena pilihan politiknya.

Mahfud MD Tunggu Waktu yang Tepat untuk Mundur

Meskipun sudah menjadi cawapres Ganjar Pranowo, Mahfud MD tidak akan langsung mundur dari kabinet Jokowi. Ia akan menunggu waktu yang tepat agar tidak menimbulkan konflik di koalisi pemerintah. Mahfud MD mengatakan bahwa ia akan mundur setelah ada surat keputusan (SK) dari Presiden Jokowi yang menunjuk penggantinya. Ia juga akan mundur setelah ada peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengatur tentang masa kampanye dan cuti bagi pejabat negara yang maju dalam pilpres.

Mahfud MD mengatakan bahwa ia tidak ingin mundur secara mendadak karena bisa menimbulkan kegaduhan dan kecurigaan. Ia juga tidak ingin mundur terlalu lama karena bisa menimbulkan pertanyaan dan kritikan. Ia mengatakan bahwa ia akan mundur dengan cara yang elegan dan sopan, sesuai dengan etika dan norma yang berlaku.

Mahfud MD juga mengatakan bahwa ia akan tetap menjaga komunikasi dan koordinasi dengan Presiden Jokowi dan para menteri lainnya. Ia mengatakan bahwa ia akan tetap menghormati dan mendukung kebijakan pemerintah yang pro rakyat. Ia juga mengatakan bahwa ia akan tetap menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk dengan Anies Baswedan, yang juga menjadi salah satu rivalnya dalam pilpres 2024.

Mahfud MD Tolak Jadi Cawapres Anies Baswedan

Mahfud MD juga mengungkapkan bahwa ia pernah ditawari untuk menjadi cawapres Anies Baswedan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu. Namun, ia menolak tawaran tersebut dengan alasan tidak ingin merusak koalisi pemerintah dan merugikan Anies Baswedan. Mahfud MD mengatakan bahwa ia khawatir jika ia menjadi cawapres Anies Baswedan, maka partai-partai pendukung pemerintah akan keluar dari koalisi dan Anies Baswedan tidak akan mendapatkan tiket untuk maju dalam pilpres.

Mahfud MD juga menanggapi permintaan eks Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana agar ia memastikan partisipasi Anies Baswedan dalam pilpres 2024. Mahfud MD menyarankan agar Anies Baswedan tidak gagal mendapatkan tiket karena masalah internal. Ia juga mengaku pernah ditawari oleh PKS untuk menjadi cawapres Anies Baswedan, namun ia menolaknya. Ia khawatir hal itu malah akan merusak koalisi pemerintah dan merugikan Anies Baswedan.

Mahfud MD berpesan agar semua pihak menghormati proses demokrasi dan tidak menuduh pemerintah menghalang-halangi calon-calon tertentu. Ia mengatakan bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam pilpres 2024. Ia juga mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang terbaik untuk Indonesia.

Kesimpulan

Mahfud MD siap mundur dari kabinet Jokowi setelah menjadi cawapres Ganjar Pranowo. Namun, ia akan menunggu waktu yang tepat agar tidak menimbulkan konflik di koalisi pemerintah. Mahfud MD juga mengungkapkan bahwa ia pernah ditawari untuk menjadi cawapres Anies Baswedan, namun ia menolaknya. Mahfud MD berharap agar pilpres 2024 berlangsung dengan lancar dan demokratis.

banner 325x300
banner 728x90