banner 728x90

Gempa Bumi di Bandung Sabtu 18 November

Gempa Bumi di Bandung Sabtu 18 November
Gempa Bumi di Bandung Sabtu 18 November
banner 468x60

Gempa Bumi di Bandung 5,2 SR: Penyebab, Dampak, dan Cara Menghadapinya

Gempa Bumi di Bandung, Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan fisik, trauma psikologis, bahkan kematian bagi masyarakat yang mengalaminya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui penyebab, dampak, dan cara menghadapi gempa bumi.

Pada Sabtu (18/11/2023) pagi, warga Bandung dan sekitarnya dikejutkan oleh gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 07.39 WIB. Gempa bumi berkekuatan 5,2 skala Richter (SR) itu terasa hingga ke beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Cimahi, Sumedang, Garut, dan Tasikmalaya. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Sesar lokal adalah patahan atau retakan di permukaan bumi yang terbentuk akibat gaya tektonik. Gempa bumi yang dihasilkan oleh sesar lokal biasanya tidak terlalu kuat, tetapi dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar lokasi gempa.

banner 325x300

Penyebab Gempa Bumi

Gempa bumi di Bandung disebabkan oleh aktivitas sesar lokal yang terletak di sekitar 11 km barat daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada kedalaman 10 km. Sesar lokal ini merupakan bagian dari sistem sesar aktif yang membentang dari Sumatera hingga Jawa. Sesar aktif adalah sesar yang memiliki potensi untuk bergerak dan menyebabkan gempa bumi. Sesar aktif di Indonesia terbentuk karena adanya pertemuan antara lempeng tektonik Eurasia dan Indo-Australia. Lempeng tektonik adalah potongan-potongan besar dari kerak bumi yang bergerak di atas mantel bumi. Ketika lempeng tektonik saling bertabrakan, bergeser, atau menjauh, maka terjadi gempa bumi.

Dampak Gempa Bumi di Bandung

Gempa bumi di Bandung tidak menyebabkan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. Namun, gempa bumi ini tetap menimbulkan rasa khawatir dan ketakutan bagi warga yang merasakannya. Beberapa warga mengaku keluar dari rumah atau gedung untuk mencari tempat yang aman. Beberapa warga juga mengaku merasakan getaran yang cukup kuat dan berlangsung selama beberapa detik. Gempa bumi ini juga sempat membuat heboh media sosial, karena banyak warga yang membagikan pengalaman dan informasi mengenai gempa bumi tersebut.

Cara Menghadapi Gempa Bumi

Gempa bumi di Bandung merupakan peringatan bagi kita untuk selalu siap menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko dan dampak gempa bumi, yaitu:

  • Mengetahui kondisi geologi dan seismik di daerah tempat tinggal. Kita bisa mencari informasi dari peta gempa bumi, peta sesar aktif, atau peta kerentanan gempa bumi yang disediakan oleh BMKG atau lembaga terkait lainnya. Dengan mengetahui kondisi geologi dan seismik, kita bisa menentukan apakah daerah tempat tinggal kita termasuk daerah rawan gempa bumi atau tidak, dan seberapa besar potensi gempa bumi yang bisa terjadi di daerah tersebut.
  • Membangun rumah atau gedung yang tahan gempa bumi. Kita bisa menerapkan standar bangunan tahan gempa bumi yang ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga terkait. Standar bangunan tahan gempa bumi meliputi desain, material, konstruksi, dan pemeliharaan bangunan yang bisa menahan gaya gempa bumi. Kita juga bisa melakukan penguatan atau retrofitting pada bangunan yang sudah ada, jika bangunan tersebut tidak memenuhi standar bangunan tahan gempa bumi.
  • Menyiapkan perlengkapan darurat. Kita bisa menyiapkan tas atau ransel yang berisi barang-barang penting yang bisa kita bawa saat terjadi gempa bumi, seperti pakaian, obat-obatan, air minum, makanan, senter, korek api, pisau, radio, ponsel, dan dokumen penting. Kita juga bisa menyiapkan tempat penampungan sementara, seperti tenda, selimut, tikar, dan peralatan masak. Kita bisa menyimpan perlengkapan darurat ini di tempat yang mudah dijangkau dan diketahui oleh anggota keluarga atau penghuni rumah.
  • Mengetahui tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi. Kita bisa mengikuti prinsip Drop, Cover, and Hold On, yaitu menjatuhkan diri ke lantai, berlindung di bawah meja atau benda keras lainnya, dan memegang benda tersebut sampai gempa bumi berhenti. Kita juga bisa mencari tempat yang aman, seperti di luar rumah atau gedung, jauh dari benda-benda yang bisa jatuh atau roboh, seperti pohon, tiang listrik, atau tembok. Kita harus menghindari tempat yang berbahaya, seperti di dekat jendela, cermin, lemari, atau tangga. Kita harus tetap tenang dan tidak panik saat terjadi gempa bumi.
  • Mengetahui tindakan yang harus dilakukan setelah terjadi gempa bumi. Kita bisa memeriksa kondisi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita, dan memberikan pertolongan pertama jika ada yang terluka. Kita juga bisa memeriksa kondisi rumah atau gedung, dan keluar dari tempat tersebut jika ada kerusakan atau bahaya. Kita harus mengikuti arahan dari pihak berwenang, seperti petugas penyelamat, polisi, atau tentara. Kita harus menghindari isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan mencari informasi yang akurat dan terkini dari sumber yang terpercaya, seperti BMKG, media massa, atau pemerintah.

Gempa bumi di Bandung adalah salah satu contoh dari bencana alam yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Kita tidak bisa menghindari atau mencegah gempa bumi, tetapi kita bisa mengurangi risiko dan dampak gempa bumi dengan cara yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, kita bisa lebih siap dan tangguh menghadapi gempa bumi dan bencana alam lainnya.

banner 325x300
banner 728x90