banner 728x90

Debat Cawapres 2024 Ekonomi

Cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar (kanan), berbincang dengan Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka (tengah) dan Cawapres nomor urut tiga Mahfud MD (kiri) dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta
Cawapres nomor urut satu Muhaimin Iskandar (kanan), berbincang dengan Cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka (tengah) dan Cawapres nomor urut tiga Mahfud MD (kiri) dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa
banner 468x60

Debat Cawapres 2024: Siapa yang Paling Siap Menjawab Isu Ekonomi?

Debat cawapres 2024 yang digelar pada Jumat (22/12) lalu menjadi sorotan publik. Pasalnya, debat tersebut mengusung tema ekonomi sebagai salah satu isu yang sangat relevan dan penting bagi Indonesia, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak besar pada perekonomian nasional.

Dalam debat tersebut, tiga cawapres, yaitu Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD, beradu argumen dan gagasan tentang berbagai topik ekonomi, seperti ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, kredit, UMKM, koperasi, dan lain-lain.

banner 325x300

Namun, siapa sebenarnya yang paling siap dan mampu menjawab isu-isu ekonomi tersebut? Apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing cawapres dalam debat tersebut? Bagaimana cara Anda sebagai pemilih untuk menilai kredibilitas dan kompetensi mereka?

Dalam artikel ini, kami akan memberikan evaluasi dan analisis terhadap kinerja dan janji masing-masing cawapres dalam debat tersebut, serta memberikan tips bagi Anda untuk menilai kualitas dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi Indonesia.

Muhaimin Iskandar: Menawarkan Modal Usaha 10 Juta Tanpa Bunga dan Agunan

Muhaimin Iskandar, yang berpasangan dengan Anies Baswedan sebagai capres, mengusung visi “pemerataan ekonomi” dalam debat tersebut. Salah satu janji yang ia sampaikan adalah memberikan akses permodalan sebesar Rp10 juta kepada anak muda yang ingin berwirausaha, tanpa bunga dan tanpa agunan.

Menurut Muhaimin, program ini akan dilaksanakan dengan melibatkan bank sebagai penyalur kredit, dan pemerintah sebagai penyedia subsidi bunga. Ia juga mengklaim bahwa program ini sudah terbukti berhasil di beberapa daerah, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Namun, janji Muhaimin ini mendapat kritik dari beberapa pihak, yang menilai bahwa program ini tidak realistis dan tidak efektif. Beberapa alasan yang dikemukakan adalah:

  • Program ini mirip dengan program Kartu Prakerja, yang juga memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat, tetapi tidak memberikan pendampingan dan bimbingan yang memadai. Akibatnya, banyak penerima bantuan yang tidak bisa mengembangkan usahanya dengan baik, atau bahkan menyalahgunakan dana bantuan tersebut.
  • Program ini berpotensi menimbulkan moral hazard, yaitu perilaku tidak bertanggung jawab dari penerima kredit, yang merasa tidak perlu mengembalikan pinjaman karena tidak ada bunga dan agunan. Hal ini bisa merugikan bank sebagai penyalur kredit, dan pemerintah sebagai penyedia subsidi bunga.
  • Program ini tidak menjamin kualitas dan kelayakan usaha yang didanai oleh kredit tersebut. Tidak semua usaha yang dibangun oleh anak muda memiliki prospek dan pasar yang baik. Tanpa adanya seleksi dan evaluasi yang ketat, program ini bisa menyia-nyiakan anggaran negara untuk usaha-usaha yang tidak produktif dan tidak berkelanjutan.

Gibran Rakabuming: Menggagas Kredit Start-up Milenial untuk Dorong Ekonomi Digital

Gibran Rakabuming, yang berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai capres, fokus pada mendorong generasi muda masuk ke dunia kewirausahaan, khususnya di bidang teknologi dan inovasi. Salah satu program yang ia tawarkan adalah kredit start-up milenial, yang ditujukan untuk membantu anak muda yang ingin membuka usaha di bidang ekonomi digital.

Gibran mengatakan, kredit start-up milenial ini akan melengkapi sejumlah program yang saat ini sudah dijalankan pemerintah, seperti

Gibran mengatakan, kredit start-up milenial ini akan melengkapi sejumlah program yang saat ini sudah dijalankan pemerintah, seperti

Gibran mengatakan, kredit start-up milenial ini akan melengkapi sejumlah program yang saat ini sudah dijalankan pemerintah, seperti kredit usaha rakyat (KUR), kredit mekar, wakaf mikro, hingga kredit ekstra mikro. Gibran menyampaikan, kredit start-up milenial untuk bisnis para milenial yang berbasis inovasi dan teknologi. Ia berharap, program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, yang saat ini tengah menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19.

Namun, tidak semua pihak setuju dengan program yang ditawarkan Gibran. Beberapa ekonom menilai bahwa program ini hanya jargon kampanye tanpa fondasi berpikir yang kuat. Mereka mengkritik bahwa skema kredit tidak sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan startup, yang membutuhkan pendanaan jangka panjang dan tidak tergantung pada hutang perbankan. Mereka juga menyoroti potensi risiko gagal bayar dan penyalahgunaan dana yang bisa terjadi jika program ini tidak diawasi dengan baik.

Jadi, bagaimana pendapat Anda tentang program kredit start-up milenial yang diusung Gibran? Apakah Anda tertarik untuk mengajukan kredit ini jika Gibran terpilih menjadi wakil presiden? Ataukah Anda lebih memilih program lain yang lebih realistis dan efektif? Silakan berikan komentar Anda di bawah ini. Terima kasih telah membaca artikel ini. 😊

Mahfud MD, yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo sebagai capres, menawarkan beberapa program yang berkaitan dengan isu ekonomi dalam debat cawapres 2024. Berikut adalah beberapa program yang ia sampaikan:

  • Mendorong koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan, dengan mengadopsi model koperasi Selandia Baru yang sukses mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Mahfud juga berjanji akan memberikan bantuan modal, fasilitas, dan bimbingan kepada koperasi-koperasi di Indonesia.
  • Meningkatkan kesejahteraan UMKM, dengan memberikan insentif pajak, kemudahan perizinan, dan akses pasar. Mahfud juga mengusulkan agar UMKM dapat memanfaatkan ruang publik sebagai tempat berjualan, dengan syarat tetap menjaga kebersihan dan ketertiban.
  • Mengembangkan ekonomi digital, dengan mempercepat pembangunan infrastruktur digital, seperti jaringan internet, data center, dan cloud computing. Mahfud juga menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan keamanan siber bagi pengguna dan pelaku ekonomi digital.
  • Mendorong investasi, dengan melakukan reformasi birokrasi, menghapus praktik korupsi, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Mahfud juga menjanjikan akan menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional, seperti ibu kota negara baru dan jalur kereta cepat.

Itulah beberapa program yang ditawarkan Mahfud MD dalam debat cawapres 2024. Apakah Anda tertarik dengan program-program tersebut? Apakah Anda yakin bahwa Mahfud MD dapat merealisasikan program-program tersebut jika terpilih menjadi wakil presiden? Silakan berikan pendapat Anda di kolom komentar. Terima kasih telah membaca artikel ini. 😊

banner 325x300
banner 728x90