banner 728x90

Cara Mencegah Penyakit Jantung

Cara Mencegah Penyakit Jantung
Cara Mencegah Penyakit Jantung
banner 468x60

Cara Mencegah Penyakit Jantung dengan 7 Langkah Mudah

Cara Mencegah Penyakit JantungPenyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut data WHO tahun 2019, penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) menyebabkan 17,9 juta kematian di dunia, atau sekitar 32% dari total kematian. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian, dengan angka 35,6% dari total kematian.

banner 325x300

Penyakit jantung adalah istilah umum untuk menyebut berbagai kondisi yang memengaruhi jantung dan pembuluh darahnya. Beberapa jenis penyakit jantung yang umum terjadi adalah:

  • Penyakit jantung koroner, yaitu penyumbatan pembuluh darah jantung oleh plak lemak yang dapat menyebabkan serangan jantung.
  • Aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
  • Penyakit jantung bawaan, yaitu kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir.
  • Kelainan katup jantung, yaitu gangguan pada katup jantung yang mengatur aliran darah di dalam jantung.
  • Gagal jantung, yaitu kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.

Penyakit jantung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, penyakit lain, atau pengaruh obat-obatan. Meskipun begitu, kabar baiknya adalah penyakit jantung bisa dicegah dan dikendalikan dengan cara yang cukup sederhana.

Berikut adalah 7 langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk Cara Mencegah Penyakit Jantung

1. Hentikan Kebiasaan Merokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Rokok mengandung nikotin dan zat kimia lain yang dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memicu peradangan. Rokok juga dapat mengurangi kadar oksigen dalam darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Dengan menghentikan kebiasaan merokok, Anda bisa menurunkan risiko penyakit jantung hingga 50%. Anda juga bisa menghindari paparan asap rokok dari orang lain, yang juga dapat berbahaya bagi kesehatan jantung Anda. Jika Anda kesulitan berhenti merokok, Anda bisa mencari bantuan dari dokter, keluarga, atau teman. Anda juga bisa menggunakan alat bantu, seperti permen karet nikotin, plester nikotin, atau obat-obatan yang diresepkan oleh dokter.

2. Olahraga Secara Teratur

Olahraga secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit jantung. Olahraga dapat membantu Anda menjaga berat badan ideal, mengurangi lemak dalam darah, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sirkulasi darah, dan menguatkan otot jantung. Olahraga juga dapat membantu Anda mengurangi stres, yang juga dapat memicu penyakit jantung.

Anda disarankan untuk melakukan olahraga aerobik, seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau jogging, selama minimal 150 menit per minggu, atau sekitar 30 menit per hari, lima kali seminggu. Anda juga bisa melakukan olahraga kekuatan, seperti angkat beban, push up, atau sit up, dua kali seminggu. Anda bisa menyesuaikan jenis, durasi, dan intensitas olahraga dengan kondisi kesehatan, usia, dan kemampuan Anda. Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olahraga.

3. Konsumsi Makanan Sehat untuk Jantung

Makanan yang Anda konsumsi setiap hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung Anda. Makanan yang tidak sehat, seperti makanan berlemak, berminyak, bergula, atau berasin, dapat meningkatkan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah, yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, Anda perlu mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, yaitu makanan yang rendah lemak jenuh, lemak trans, gula, dan garam, serta tinggi serat, vitamin, mineral, dan antioksidan6

Beberapa contoh makanan sehat untuk jantung yang bisa Anda konsumsi adalah:

  • Ikan, seperti salmon, tuna, atau sarden, yang kaya akan asam lemak omega-3, yang dapat menurunkan peradangan, trigliserida, dan tekanan darah.
  • Kacang-kacangan, seperti almond, kenari, atau kacang mede, yang kaya akan serat, protein, dan lemak sehat, yang dapat menurunkan kolesterol dan gula darah.
  • Buah-buahan, seperti apel, pisang, jeruk, atau anggur, yang kaya akan vitamin C, kalium, dan antioksidan, yang dapat menurunkan tekanan darah, merangsang produksi kolagen, dan melindungi pembuluh darah dari kerusakan.
  • Sayur-sayuran, seperti bayam, brokoli, wortel, atau tomat, yang kaya akan vitamin A, vitamin K, folat, dan antioksidan, yang dapat menurunkan tekanan darah, mencegah penggumpalan darah, dan melawan radikal bebas.
  • Gandum utuh, seperti oatmeal, roti gandum, atau nasi merah, yang kaya akan serat, magnesium, dan vitamin B, yang dapat menurunkan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung, Anda juga perlu menghindari atau membatasi makanan yang tidak sehat untuk jantung, seperti:

  • Daging merah, seperti sapi, kambing, atau babi, yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.
  • Makanan olahan, seperti sosis, nugget, atau bakso, yang mengandung lemak trans, garam, dan pengawet yang tinggi, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan kolesterol.
  • Makanan cepat saji, seperti burger, pizza, atau kentang goreng, yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, garam, dan kalori yang tinggi, yang dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan hipertensi.
  • Makanan manis, seperti kue, permen, atau minuman bersoda, yang mengandung gula dan kalori yang tinggi, yang dapat meningkatkan gula darah dan berat badan.
  • Minuman beralkohol, seperti bir, anggur, atau wiski, yang dapat meningkatkan tekanan darah, trigliserida, dan berat badan, serta merusak otot jantung.

4. Jaga Berat Badan Ideal

Berat badan yang berlebihan atau obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini karena lemak berlebih dapat menyumbat pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan memicu diabetes. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga berat badan ideal, yaitu berat badan yang sesuai dengan tinggi badan, usia, dan jenis kelamin Anda.

Anda bisa menghitung berat badan ideal Anda dengan menggunakan rumus Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu:

BMI = berat badan (kg)

Berikut adalah kategori BMI menurut WHO:

  • Kurus: BMI kurang dari 18,5
  • Normal: BMI antara 18,5 dan 24,9
  • Gemuk: BMI antara 25 dan 29,9
  • Obesitas: BMI lebih dari 30

Anda bisa menurunkan berat badan dengan cara mengonsumsi makanan sehat, mengurangi porsi makan, dan melakukan olahraga secara teratur. Anda juga bisa mengukur lingkar pinggang Anda untuk mengetahui lemak perut Anda, yang juga berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung. Lingkar pinggang yang ideal adalah kurang dari 90 cm untuk pria dan kurang dari 80 cm untuk wanita.

5. Cek Kesehatan Secara Rutin

Cek kesehatan secara rutin adalah salah satu cara untuk mencegah penyakit jantung. Cek kesehatan dapat membantu Anda mendeteksi adanya faktor risiko atau gejala penyakit jantung sejak dini, sehingga Anda bisa mendapatkan penanganan yang tepat. Cek kesehatan juga dapat membantu Anda memantau kondisi kesehatan Anda secara berkala, dan menyesuaikan gaya hidup Anda sesuai dengan saran dokter.

Anda disarankan untuk melakukan cek kesehatan setidaknya sekali setahun, atau lebih sering jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko lain. Beberapa pemeriksaan yang perlu Anda lakukan adalah:

  • Tekanan darah, untuk mengetahui tekanan darah sistolik dan diastolik Anda. Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Kolesterol, untuk mengetahui kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), kolesterol HDL (kolesterol baik), dan trigliserida dalam darah Anda. Kolesterol normal adalah kurang dari 200 mg/dL. Kolesterol tinggi atau hiperkolesterolemia adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Gula darah, untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah Anda. Gula darah normal adalah kurang dari 100 mg/dL saat puasa, dan kurang dari 140 mg/dL dua jam setelah makan. Gula darah tinggi atau diabetes adalah salah satu faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG), untuk mengetahui aktivitas listrik jantung Anda. EKG dapat mendeteksi adanya gangguan irama jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, atau kerusakan otot jantung.
  • Tes stres, untuk mengetahui fungsi jantung Anda saat beraktivitas. Tes stres dapat dilakukan dengan berlari di treadmill, bersepeda di ergometer, atau menggunakan obat-obatan yang merangsang jantung. Tes stres dapat mendeteksi adanya penyakit jantung koroner atau gagal jantung.

6. Hindari Stres Berlebihan

Stres berlebihan adalah salah satu faktor yang dapat memicu penyakit jantung. Stres dapat memengaruhi kesehatan jantung Anda dengan beberapa cara, seperti:

  • Stres dapat meningkatkan produksi hormon adrenalin dan kortisol, yang dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan gula darah.
  • Stres dapat menyebabkan peradangan kronis, yang dapat merusak pembuluh darah dan jantung.
  • Stres dapat memicu perilaku tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, makan berlebihan, atau kurang tidur, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Oleh karena itu, Anda perlu menghindari stres berlebihan, atau mengelola stres dengan cara yang sehat. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk mengatasi stres:

  • Melakukan aktivitas yang Anda sukai, seperti hobi, olahraga, atau bersosialisasi dengan orang-orang terdekat.
  • Melakukan relaksasi, seperti meditasi, yoga, napas dalam, atau pijat.
  • Mencari bantuan profesional, seperti psikolog, konselor, atau terapis, jika stres sudah mengganggu kesehatan mental dan fisik Anda.

7. Ikuti Pengobatan yang Disarankan Dokter

Jika Anda sudah didiagnosis dengan penyakit jantung atau faktor risiko lain, Anda perlu mengikuti pengobatan yang disarankan dokter. Pengobatan dapat membantu Anda mengendalikan kondisi kesehatan Anda, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup Anda. Pengobatan yang disarankan dokter bisa berupa:

  • Obat-obatan, seperti obat penurun tekanan darah, obat penurun kolesterol, obat antiplatelet, atau obat antiaritmia, yang dapat membantu mengatasi gejala atau penyebab penyakit jantung.
  • Prosedur invasif, seperti angioplasti, stent, bypass, atau operasi jantung terbuka, yang dapat membantu membuka atau mengganti pembuluh darah atau katup jantung yang bermasalah.
  • Perangkat implan, seperti pacemaker, defibrillator, atau alat bantu jantung, yang dapat membantu mengatur irama atau fungsi jantung yang abnormal.

Anda harus mengikuti pengobatan yang disarankan dokter dengan disiplin dan konsisten. Anda juga harus rutin memeriksakan diri ke dokter untuk mengevaluasi efektivitas dan efek samping pengobatan Anda. Jika Anda merasa ada yang tidak sesuai dengan pengobatan Anda, segera konsultasikan dengan dokter. Jangan mengubah, menghentikan, atau menambahkan pengobatan tanpa sepengetahuan dokter.

Kesimpulan Cara Mencegah Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun, penyakit jantung bisa dicegah dan dikendalikan dengan cara yang cukup sederhana. Berikut adalah 7 langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit jantung:

  • Hentikan kebiasaan merokok.
  • Olahraga secara teratur.
  • Konsumsi makanan sehat untuk jantung.
  • Jaga berat badan ideal.
  • Cek kesehatan secara rutin.
  • Hindari stres berlebihan.
  • Ikuti pengobatan yang disarankan dokter.

banner 325x300
banner 728x90