banner 728x90
Berita  

Ahok Sindir Prabowo dan Jokowi

Ahok Sindir Prabowo dan Jokowi
Ahok Sindir Prabowo dan Jokowi
banner 468x60

Ahok Sindir Prabowo dan Jokowi, Begini Balasan Menohok Politisi Gerindra

Ahok sindir Prabowo dan Jokowi, menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menilai bahwa kedua tokoh politik itu tidak memiliki visi dan misi yang jelas untuk memimpin Indonesia. Ahok juga mengaku tidak pernah dekat dengan Jokowi, meskipun pernah menjadi wakilnya saat menjadi gubernur. Bagaimana tanggapan politisi Gerindra, partai yang pernah berseteru dengan Ahok, atas sindiran tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Latar Belakang Ahok Sindir Prabowo dan Jokowi

Sindiran Ahok terhadap Prabowo dan Jokowi bermula dari wawancaranya dengan Najwa Shihab di acara Mata Najwa yang tayang pada 31 Januari 2024. Dalam wawancara tersebut, Ahok mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi, terutama dalam hal penanganan pandemi Covid-19. Ahok menilai bahwa Jokowi tidak memiliki strategi yang jelas dan hanya mengandalkan vaksinasi.

Ahok juga menyinggung Prabowo, yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Ahok mengatakan bahwa Prabowo tidak memiliki kemampuan untuk menjadi presiden, karena tidak memiliki visi dan misi yang jelas. Ahok mencontohkan bahwa Prabowo tidak pernah menjelaskan bagaimana caranya membangun pertahanan negara yang kuat.

Selain itu, Ahok juga mengaku tidak pernah dekat dengan Jokowi, meskipun pernah menjadi wakilnya saat menjadi gubernur DKI Jakarta. Ahok mengatakan bahwa ia dan Jokowi hanya bekerja sama secara profesional, dan tidak pernah berkomunikasi secara pribadi. Ahok juga mengungkapkan bahwa ia tidak pernah mendapat dukungan dari Jokowi saat menghadapi kasus penistaan agama yang membuatnya dipenjara.

Balasan Politisi Gerindra atas Sindiran Ahok

Sindiran Ahok terhadap Prabowo dan Jokowi tentu saja tidak disukai oleh politisi Gerindra, partai yang pernah berseteru dengan Ahok saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Beberapa politisi Gerindra pun memberikan balasan menohok atas sindiran Ahok tersebut. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Fadli Zon: Ahok Hanya Cari Sensasi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menanggapi sindiran Ahok dengan mengatakan bahwa Ahok hanya mencari sensasi. Fadli Zon menilai bahwa Ahok tidak memiliki kapasitas untuk mengkritik Prabowo dan Jokowi, karena tidak memiliki pengalaman dan prestasi yang memadai.

Ahok itu kan hanya cari sensasi. Dia tidak punya kapasitas untuk mengkritik Prabowo dan Jokowi. Dia itu kan mantan napi, mantan gubernur yang gagal, dan mantan wakil gubernur yang tidak loyal. Dia tidak punya pengalaman dan prestasi yang bisa dibanggakan,” kata Fadli Zon, seperti dilansir dari Detik.com.

Fadli Zon juga mengecam Ahok yang mengaku tidak pernah dekat dengan Jokowi. Fadli Zon menilai bahwa Ahok hanya ingin menjatuhkan Jokowi, karena merasa tidak dihargai oleh presiden tersebut.

Ahok itu kan hanya ingin menjatuhkan Jokowi, karena merasa tidak dihargai. Padahal, dia itu sudah banyak dibantu oleh Jokowi. Jokowi sudah memberikan jabatan komisaris utama Pertamina kepada Ahok, tapi Ahok malah mengundurkan diri. Jokowi juga sudah memberikan amnesti kepada Ahok, tapi Ahok malah menghina Jokowi. Ahok itu tidak tahu terima kasih,” ujar Fadli Zon.

Habiburokhman: Ahok Tidak Pantas Menjadi Pemimpin

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, juga memberikan tanggapan atas sindiran Ahok. Habiburokhman mengatakan bahwa Ahok tidak pantas menjadi pemimpin, karena tidak memiliki akhlak dan moral yang baik. Habiburokhman juga menuding Ahok sebagai orang yang munafik, karena mengkritik Prabowo dan Jokowi, padahal pernah mendukung mereka.

Ahok itu tidak pantas menjadi pemimpin, karena tidak memiliki akhlak dan moral yang baik. Dia itu kan pernah menista agama, pernah menceraikan istrinya, dan pernah berkhianat kepada partainya. Dia juga orang yang munafik, karena mengkritik Prabowo dan Jokowi, padahal pernah mendukung mereka. Dia itu kan pernah menjadi tim sukses Jokowi saat pilpres 2014, dan pernah menjadi relawan Prabowo saat pilpres 2019. Dia itu tidak konsisten dan tidak jujur,” tutur Habiburokhman, seperti dikutip dari Kompas.com.

Habiburokhman juga menyarankan Ahok untuk introspeksi diri, dan tidak mengganggu pemerintahan yang sedang bekerja. Habiburokhman mengatakan bahwa Ahok sebaiknya fokus pada pekerjaannya sebagai komisaris utama Inalum, dan tidak mencampuri urusan politik.

Ahok sebaiknya introspeksi diri, dan tidak mengganggu pemerintahan yang sedang bekerja. Ahok sebaiknya fokus pada pekerjaannya sebagai komisaris utama Inalum, dan tidak mencampuri urusan politik. Ahok itu kan sudah tidak punya basis massa, tidak punya partai, dan tidak punya elektabilitas. Dia itu sudah tidak relevan lagi di dunia politik,” pungkas Habiburokhman.

Andre Rosiade: Ahok Hanya Cemburu dengan Prabowo dan Jokowi

Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, juga angkat bicara terkait sindiran Ahok. Andre Rosiade mengatakan bahwa Ahok hanya cemburu dengan Prabowo dan Jokowi, karena tidak bisa menandingi mereka. Andre Rosiade menilai bahwa Prabowo dan Jokowi adalah pemimpin yang hebat, yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk Indonesia.

Ahok itu hanya cemburu dengan Prabowo dan Jokowi, karena tidak bisa menandingi mereka. Prabowo dan Jokowi adalah pemimpin yang hebat, yang memiliki visi dan misi yang jelas untuk Indonesia. Prabowo adalah sosok yang berani, cerdas, dan berwawasan. Jokowi adalah sosok yang kerja keras, inovatif, dan berprestasi. Ahok itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka,” ucap Andre Rosiade, seperti dirilis dari CNNIndonesia.com.

Andre Rosiade juga mengejek Ahok yang mengaku tidak pernah dekat dengan Jokowi. Andre Rosiade mengatakan bahwa Ahok hanya mencari simpati dari publik, karena merasa tersisihkan oleh Jokowi. Andre Rosiade juga menyarankan Ahok untuk bersyukur, karena sudah banyak mendapat bantuan dari J

banner 325x300
banner 728x90